Rabu, Januari 18, 2012

Seorang Malaikat yang Mendampingi Kita di Bumi

haaaaaah... pak agus, guru geografi yang udah ngasi gue tugas yang banyak dan ngasi gue suatu manfaat, hikmah, pelajaran, yanng banyak juga. ini bukan mengenai geografi, melainkan ini membahas tentang gue sebagai anak dan seorang malaikat yang menjaga, melindungi, dan merawat gue di bumi. 2 buah video berdurasi 4.11 dan 5.28 menit yang membuat pola pikir gue berubah. Duli waktu kita masih di surga kita memiliki mailaikat, dan saat kita di bumi, kita juga  mempunyai malaikat. Apa kalian sadar siapa malaikat itu?
Let's check it!

2 buah video, judulnya sederhana men, Renungan Untuk Ibu dan Surat dari Ibu dan Ayah. Tapiii, wih ada tapinya niih. Tapi, isi dari 2 video itu apa? yok bahas satu satu.
Renungan untuk Ibu :
video berdurasi 5.28 menit ini menceritakan seorang bayi yang bertanya pada Tuhan.
berawal saat bayi yang akan di lahirkan ke bumi, sebelum itu bayi banyak bertanya pada Tuhan. Bayi yang belum tau apa, bayi yang belum mengenal dunia bertanya pada Tuhan. "Tuhan, jika aku lahir ke bumi, siapa yang akan menyanyikanku dan mengajak ku main seperti di surga ini?" Tuhan pun menjawab "tenanglah, aku telah memilihkan mu seorang malaikat yang akan selalu menyanyikanmu dan mengajak mu bermain". si bayi bertanya lagi "jika samapai di bumi, bagaimana aku berbicara dengan mu Tuhan?" Tuhan pun menjawab "malaikat yang akan mengajarimu berdoa, dan saat itu surga akan sunyi dan suara dan harapan mu akan terdengar". Tidak puas bayi pun bertanya lagi "Tuhan, banyak yang bilang bahwa di bumi itu banyak orang yang jahat, siapa yang akan melindungi ku? aku masih keci dan rentan" Tuhan menjawab "Tenang laah, malaikat itu akan menjaga mu dengan seluruh jiwanya, dari saat kau lahir hingga ia aku panggil untuk ke sisiku". Penasaran bayi pun bertanya, "Tuhan, boleh kah aku tahu siapa malaikat yang akan ada saat aku terlahir di bumi?" Tuhan menjawab "Kau akan tau siapa malaikat itu, dan malaikat itu akan kau panggil dengan sebutan IBU"
Ini yang ku sebut, seseorang yang selalu menjaga, membesarkan, mendidik, dan melindungi kita ia adalah IBU. Segala yang telah dia berikan hingga kita seperti sekarang, tak akan bisa kita balas. Bukan harta dan kekayaan yang di butuhkan orang tua. Namun yang dibutuhkan hanyalah perhatian dari seorang anaknya. ibu akan melakukan apa pun demi anaknya, namun anak hanya mementingkan kepentingan sendiri tanpa memikirkan Ibu yang telah merawatnya.
ini lah pengabdian yang tak akan bisa kita balas seumur hidup.

Surat dari Ayah dan Ibu:
video dengan durasi 4.11 menit ini membahas tentang curahan hati dari  ayah dan ibu kalian.
Ibu dan Ayah, mereka yang membesarkan kita dari kecil samapai sekarang. Saat kita kecil, segala sesuatu mereka ajarkan kepada kita. Dan saat kita berkembang dan bertambah dewasa, mereka akan tambah tua. Dimana mereka sudah tidak mendengar apa yang kita upcapkan, jangan lah sekali kali menyebutnya TULI! saat dimana mereka tidak melihat apa pun, jangan lah menyebut mereka BUTA! Di saat lutut mereka sudah tidak kuat untuk berdiri, jangan lah kau menolak untuk membantunya, ingat lah siapa yang membantu mu berdiri saat kau masih keci? jawabannya mereka.
Saat kau memliki kesibukan dan selalu pulang tengah malam, apa yang mereka lakukan di rumah? Mereka bingung memikirkan keadaan kalian, mereka cemas, seorang ibu tak akan bisa tidur tenang sebelum anaknya sampai dii rumah. Coba lah tengok sesekali orang tua mu d rumah, ajak mereka berbicara. Siapa lagi yang akan mengajaknya berbicara selain kamu? mereka kesepian, mereka butuh perhatian. Tiba saat mereka hanya terbaring leamas di tempat tidur, jangna lah engkau tidak mau merawat mereka, rawat lah mereka layaknya mereka merawat mu sejak kecil. Maafkan lah jika mereka mengompol di kasur, menjatuh kan soup di meja, maafkan lah mereka seperti mereka memaafkan segala kesalahan yang kau perbuat. Mereka tak akan selamanya bersama kita, jika sudah saatnya mereka akan meniggal. Namun mereka tidak akan hanya meninggalkan kalian begitu saja, di surga mereka berbicara pada Tuhan. Tuhan, tolonglah jaga, lindungi, dan berkati anak kami yang masih berada di bumi. Di surga mereka tak akan diam, mereka akan melihat segala kegiatan yang kita lakukan di bumi ini, dam mereka selalu berdoa agar kita sebagai anak selalu dapat jalan yang baik.
Begitulah apa isi dari sebuah judul yang sederhana, namun memiliki banyak manfaat dan hikmah.
jangan lah kau sekali sekali memari, dan membentak Ibu atau orang tuan kalian. Jangan pernah membuat mereka meneteskan air mata. Setetes air mata mereka sama dengan 1 berlian yang jatuh dan langsung hancur.berbakti lah pada orang tua, karena Orang Tua adalah utusan tuhan yang bertugas melindungi kalian. tanpa mereka kalian bukan apa-apa, tanpa mereka kalian tak akan bisa hidup di dunia ini, tanpa mereka kalian tak akan jadi apa-apa.
Ingat lah, apa yang kau lakukan akan mendapatkan balasannya, karena karma akan tersur berjalan.
sekian cerita seorang anak kepada ibunya. Semoga Bermanfaat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar